Posted by: goofy | 22 October 2008

God Doesn’t Exist

Black Hole

Seperti halilintar di siang bolong, saya terkejut mendengar perkataan kawan yang sudah lama tidak berjumpa itu. Menurutnya Tuhan itu tidak ada, kawanku yang ber KTP Islam itu juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad hanyalah seorang manusia biasa, seorang pemimpin yang kharismatik dan berhasil membawa pengikutnya kepada kejayaannya pada saat itu. Sehingga kualitas kepemimpinannya diakui secara mendunia sampai saat ini.

Al-Quran adalah saripati pemikiran dan pengalaman seorang Muhammad dilengkapi dengan kebudayaan dan pengaruh orang-orang disekitarnya yang ada pada zamannya. Bukan merupakan wahyu dari Allah SWT, melainkan hanya sebatas ilham yang didapat oleh Beliau. Fenomena masyarakat Islam yang ada saat ini adalah sekedar kelatahan akibat mengadopsi kebudayaan dari Arab, seperti Jilbab, haji, termasuk ritual khusus dan umum. Pendapatnya tidak hanya sekedar kepada Nabi Muhammad saja, tapi juga nabi-nabi agama yang lain seperti Isa, Daud, Musa dlsb. Dahsyat sekali…!

Saya mengenalnya sudah cukup lama karena satu kuliah dengannya disebuah kota pelajar dekat Jateng. Pemahaman agama kitapun juga standar-standar saja dan tidak neko-neko waktu itu. Dia orang yang cukup enak untuk diajak berteman dan berdiskusi. Wawasannya cukup luas dan termasuk mempunyai otak yang cemerlang di kampus. Dengan kemampuannya itu dia mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan ambisinya, yaitu menjadi eksekutif diperusahaan asing.

Sempat berpindah-pindah perusahaan, namun tetap pada perusahaan asing yang bonafide. Dia sempat pula berkeluarga sebentar namun bercerai tanpa anak. Setelah mengumpulkan cukup uang ia mengundurkan diri dari pekerjaan dan melanjutkan sekolah hukum bisnis ke Australia dan berlanjut ke sebuah negara di Eropa. Saya sempat meledeknya sebagai pelarian akibat gagal berumah tangga, namun dia hanya ketawa dan bilang bahwa masih ingin memperluas wawasan dan pengalaman. Terus terang saya juga kagum dengan ambisi kawan yang satu ini.

Selama berada diluar negeri kami tidak pernah berhubungan lagi, tenggelam dengan kesibukan masing-masing. Baru setelah sebulan kembali ke tanah air, dia menghubungi saya dan kita kembali sesekali bertemu di mall atau cafe sekedar ngobrol-ngobrol. Saat ini ia sudah mendapatkan posisi yang lumayan tinggi di sebuah konsultan asing yang berkantor di sekitar jalan Sudirman Jakarta.

Untuk diskusi tentang pemahaman dia yang baru ini, saya coba beradu argumentasi dengannya, namun dengan keyakinan yang mantap dia mampu menjawab semua itu berdasarkan logikanya. Walaupun saya tanyakan kepadanya tentang peran Tuhan dalam mengatur jagat raya ini seperti terjadinya siang dan malam dlsb, dia bilang bahwa itu sudah terjadi dengan sendirinya. Akhirnya ujung-ujungnya kita selalu sepakat untuk tidak sepakat tentang soal yang satu ini.

Perubahan dia yang lain adalah pada gaya hidup yang sangat ’western’. Dia penganut free sex sejati, ketika saya tanya bagaimana jika pasangannya hamil, dia mengatakan akan bertanggung jawab selayaknya seorang bapak ke anak namun tanpa hubungan nikah. Sepertinya dia sudah mantap dan mapan untuk hidup sendirian.

Kadangkala saya berpikir dan merenung dengan pemahaman baru kawanku yang menjadi ateis ini. Apakah karena perbedaan wawasan dan pengalaman membuat saya tetap menjadi penganut agama yang puritan sedangkan dia sudah sangat modern dan berpikiran yang ’out of the box’ ? Atau…. dia mencoba menghilangkan eksistensi Tuhan dalam dirinya, sehingga dia tidak lagi terbebani dengan perasaan berdosa ? Wallahu Alam…

Peace…

Tags: , , , ,

Posted by: goofy | 30 September 2008

Dua jempol untuk film Laskar Pelangi

Laskar Pelangi

Sedih, lucu, sedikit tegang, semuanya ada di film ini. Hebatnya suasana itu bisa membuat penonton tersihir untuk menikmatinya. Sehingga ketika adegan sedih serta merta penonton secara bersama-sama mengusap mata karena menangis, dan tertawa sampai bertepuk tangan ketika ada adegan yang lucu, termasuk saya, istri dan kedua anak saya.

Film yang sangat inspiratif dengan latar belakang panorama belitung yang sangat indah membuat cerita Laskar Pelangi menjadi lebih nyata dan menarik. Terimakasih untuk semua personal dibelakang produksi film yang sangat berkesan ini, mulai dari  Bung Andrea Hirata, sutradara Riri Riza, Miles Production, kru dan para pemain senior serta anak-anak Belitung pemeran utama anak-anak Laskar Pelangi yang berbakat.

Saya sendiri belum pernah membaca novel Laskar Pelangi,  jadi langsung menonton filmnya saja, sehingga tidak perlu ada perbandingan antara versi novel dan filmnya. Film ini mengingatkan saya tentang film ‘Stand By Me’ (1986) hasil karya penulis kondang Stephen King. Sebuah film lama yang di perankan oleh River Phoenix dan Jerry O’Connell. Berkisah tentang persahabatan 4 anak laki-laki di kota kecil di Amrik sana. Dengan latar belakang pedesaan dan  cerita yang sederhana namun sangat menyentuh.

Film ‘Stand By Me’ menjadi legendaris karena mampu membangun memori para penonton tentang petualangan masa kecilnya yang sangat berkesan. Begitu pula dengan Laskar Pelangi, sambil menonton, secara paralel saya juga menyelami masa silam ketika masih di sekolah dasar. Mengingat semua petualangan, kenakalan, keisengan, keingintahuan, dlsb yang masih berkesan sampai sekarang, yang waktu itu terinspirasi oleh novel ‘Lima Sekawan’ karya Enid Blyton dan ‘Trio Detektif’ karya Alfred Hitchcock.

Berbeda dengan Laskar Pelangi yang berlatar belakang pedesaan. Saya adalah anak Jakarta, walaupun keluarga besar adalah orang ‘seberang’ namun saya lahir di Jakarta. Ketika lahir sudah merasakan polusinya kota Jakarta. Tidak ada sawah, pegunungan dan  sungai. Yang ada hanyalah rumah-rumah yang padat, jalan raya yang besar-besar, kali yang kotor, khas sebuah kehidupan kota metropolitan saat itu. Setiap pulang sekolah waktu itu saya selalu bermain sepeda dengan teman-teman, sengaja mencari rute-rute yang baru yang lumayan jauh, bahkan kadangkala ikut ‘nebeng’ mobil bak terbuka dan terbawa entah sampai kemana. Namun saya selalu bisa pulang kembali kerumah sebelum kedua Ortu pulang dari bekerja. Petualangan masa kecil yang berbeda dengan mereka yang mempunyai ‘kampung halaman’  namun tetap unik dan juga berkesan.

Ada perasaan iri saya terhadap mereka yang mempunyai ‘kampung halaman’. Semenjak SD saya selalu nongkrong di Perpustakaan, sekedar membaca kisah tentang anak-anak pedesaan, mencoba menyelami suasana pedesaan, kehidupan keluarga petani, kebun dan hutan disekitarnya. Sampai ada suatu cita-cita bagi saya waktu itu untuk suatu saat nanti akan menjelajahi seluruh pelosok negeri ini. Tanpa sadar keinginan masa kecil saya itu menuntun saya untuk selalu pergi ke daerah-daerah baru. SMP saya selalu ikutan ‘Camping’, SMA ikut pecinta alam dan sampai ke Gunung Rinjani di Lombok sekedar untuk melihat Danau Segara Anak yang indah itu. Bahkan pernah ditangkap polisi di Kuta, Bali karena salah jalan dan dianggap mau kabur, ditambah lagi kawan yg giliran menyetir VW safari sewaan tsb tidak membawa SIM, KTP dlsb.

Keinginan masa kecil mampu membimbing saya sampai sekarang. Saya mendapatkan pekerjaan yang menuntut saya harus bepergian keluar kota. Jika negara kita dibatasi mulai dari Sabang sampai Merauke, maka penjelajahan saya mulai dari P. Mentawai sampai Timika Irian Jaya pernah saya jelajahi.

Kadangkala saya suka melihat Peta Indonesia sambil mengingat kembali suasana kota-kota yang pernah jelajahi. Seperti nongkrong di warung kopi di Aceh atau di Pontianak dengan kopi saringnya yang nikmat dan makanan kecilnya yang lengkap. Makan ikan bakar dari ikan yang masih segar di Pantai Losari, Ujung Pandang. Makan bubur khas di sebuah rumah sederhana di Kota Menado, merasakan kepiting kenari di Minahasa yang yang besar, hitam jelek, bahkan berbulu, namun jika sudah dimasak dan dihidangkan, nikmaaat.

Semua jalur transportasi seperti darat, sungai, laut, tentunya juga udara telah saya lalui. Naik kapal kayu  dilaut dekat Samudera Hindia yang terombang-ambing persis seperti naik wahana ‘Kora-kora’ di Dufan, off road di kalimantan untuk mencari lokasi tambang batu bara, serta merasakan naik pesawat besar bermesin jet model tebaru sampai pesawat kecil berbaling-baling yang ketika terbang,  saya lihat ternyata pintu belakangnya masih terbuka.

Loh kok jadi cerita tentang pengalaman saya ??  Mungkin ini gara-gara nonton film Laskar Pelangi, jadi silahkan nonton film ini dan mengingat kembali pengalaman masa kecil yang berkesan !

Peace

Tags: , , , ,

Posted by: goofy | 6 September 2008

Selingkuh lagi !

office-affair.jpg

Comment 1

Teruskan perselingkuhanmu, jangan berhenti kawan…, cobalah semua jenis wanita..Tuhan telah memberikan daya tarik, rezeki dan kemudahan pada dirimu, manfaatkan itu semua…. Lampiaskan semua balas dendammu atas kelahiranmu yang tidak direncanakan itu…. Teruskan pemberontakanmu …. yang sia-sia

 Comment 2

 Selingkuh itu nikmat, karena merupakan hubungan tanpa pertanggung jawaban yang dikerjakan dgn cara sembunyi-sembunyi, sehingga menimbulkan gairah adrenalin yang menggelora. Jika ada pemberian uang atau materi itu hanyalah sekedar biaya pelayanan atas kenikmatan yang diterima. Tidak ada cinta sejati, yang ada hanya hawa nafsu belaka dan kekompakan persepsi birahi yang sama.

Jika melihat dua comment saya ke blogger lain diatas (mohon maaf kawan, jika tidak berkenan..) tentunya anda sudah dapat menduga, diposisi mana saya bersikap terhadap perselingkuhan. Zaman sekarang, kesempatan akan berselingkuh sungguh sangat terbuka lebar, dikantor, diluar kantor, sampai di KRL pun terbuka kesempatan untuk selingkuh.

Yang cukup menarik bagi saya adalah forum diskusi di Blogdetik saat ini banyak membahas tentang selingkuh. Comment2 yang mampir di blog penulisnya pun sungguh lumayan banyak. Beberapa bahkan mengakui keterlibatannya dalam perselingkuhan.

Berarti tidak hanya artis saja yang sering saya lihat di media massa (di acara gossip dlsb) yang melakukan selingkuh sampai pada fenomena kawin cerai, masyarakat umum pun sudah banyak yang mengikutinya. “Godbless you all” untuk semua media massa yang telah mendidik masyarakat begitu intens. Sampai anak-anak artis korban perceraian pun masih bisa dieksploitasi guna mendatangkan duit bagi para kuli tinta.

Umumnya tahap awal selingkuh itu dimulai latar belakang individu para ‘slingker’ (peselingkuh ?) itu sendiri.  Tentunya dimulai dari pemahaman agama, lalu keluarga, teman dekat, juga suasana tempat dimana dia beraktivitas setiap hari. Jika latar belakang mendukung, maka selingkuh menurut pandangannya adalah hal normal-normal saja ‘just for having fun’. Hal lain yang mendukung adalah anugrah dari Tuhan kepadanya (yg diselewengkan) yaitu berupa daya tarik, rezeki dan kemudahan untuk bersosialisasi.

Suasana yang permisif ini juga pernah berlaku pada saya, dimana saya pernah berkantor di satu tempat yang setiap hari banyak rekan yang suka melakukan ‘cipika-cipiki’, selingkuh dengan sekretaris direksi atau antar pegawai, juga direksi dengan karyawan. Selingkuh bisa di lakukan di hotel (bobo-bobo siang), di mobil bahkan dikantor ketika sedang lembur sampai malam. Saking kompaknya, jika ada yang mau ‘ML’ disediakan satu laci khusus untuk kondom segala merk ‘for free’.

Tentunya tidak semua karyawan melakukan melakukan hal tersebut. Namun para ‘slingkers’ sungguh sangat mendominasi suasana dikantor, baik dari penampilan maupun pembicaraan tentang mereka. Beberapa karyawan bahkan termotivasi untuk memulai suatu perselingkuhan. Berita tentang perselingkuhan tersebut bisa didapat dari karyawan lain, satpam dan supir kantor yang selalu ‘nguping’ pembicaraan ketika mereka sedang bicara lewat HP. Kadangkala tanpa disadari mereka juga suka melakukan ‘testimony’ atas petualangan selingkuh yang dilakukannya secara detail, luar biasa memang.

Menurut sebuah tulisan yang pernah saya baca, selingkuh itu ada dua, yaitu selingkuh emosional  dan selingkuh yang sampai pada tingkat affair. Untuk selingkuh emosional ini masih dalam wilayah abu-abu. Kadangkala kecocokan bidang dan  profesi membuat kita nyaman untuk berdiskusi dengan lawan bicara. Namun hal tersebut akan menjadi lain ketika sudah berhadapan dengan lawan jenis (yang menarik tentunya…), auranya menjadi berbeda.. Dimulai dari sering bicara berdua saja, makan siang bareng, no HP nya sudah di set ke ‘speed dial’ plus HP di password.  Mulai muncul ketergantungan secara emosional, ditambah pula jika mereka punya kasus dikecewakan pasangannya dirumah, maka semakin mulus saja interaksi tejadi.  Selanjutnya  terjerumuslah sampai urusan ‘aurat’.

Seorang Ustadz mengatakan bahwa ‘selingkuh’ adalah terminologi sederhana untuk tidak mengatakan zina. Meminjam istilah Al-Quran, terdapat kata-kata “Janganlah mendekati zina”, bukannya sekedar dilarang melakukan, bahkan mendekati saja tidak boleh, karena kemungkinan besar akan terjerumus. Logis memang, dan  sudah diperingatkan sejak berabad-abad lamanya.

Ada resep sederhana yang cukup unik untuk menghindari atau mengobati perselingkuhan, yaitu mulai saat ini anda harus membuang guling dari tempat tidur anda (jika ada guling), kalau perlu bakar guling tersebut disaksikan berdua istri/suami anda. Mulai hari ini anda berdua tidur harus berpelukan sampai pagi, jangan lepaskan pelukan itu. Jika kepanasan, turunkan suhu AC atau tambah kipas angin.

Tetap tidur sambil berpelukan, walaupun anda berdua barusan habis bertengkar, walaupun anda berpikir pasangan anda orang yang menyebalkan, wajahnya tidak secantik/ganteng pujaan anda yang lain, bau badan yang kurang sedap, tidur yang mendengkur, struktur badan yang mulai gemuk dan tidak sexy lagi.  Jangan berpikir untuk melepaskan pelukan itu. Buatlah semesra dan senyaman mungkin. Tutup mata, baca doa dan tidurlah.

Kenapa harus berpelukan ? Apakah anda ingat dengan masa-masa pacaran anda yang indah itu ? Setiap waktu  selalu memikirkan ‘yayang’ yang kita cintai sepenuh hati. Setiap kali selalu menelepon untuk mengingatkan hal-hal yang sepele seperti ; apakah sudah makan siang, obatnya sudah diminum belum dlsb. Kalau bisa setiap malam adalah malam minggu. Ketika sudah bertemu, saling berpegangan tangan… dst.. dst…… Kebahagiaan hanya milik berdua yang lain cuma ngontrak. Terjadilah sentuhan-sentuhan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja yang membuat anda semakin mesra.

Sentuhan-sentuhan itulah yang hilang ketika anda sudah berumah tangga, kehidupan menjadi kosong tanpa makna, yang ada hanya kewajiban dan rutinitas. Manusia bukanlah robot, tanpa disadari dia akan mencari jalan keluar lain, perlu petualangan yang membangkitkan motivasi dan semangat. Salah satunya adalah perselingkuhan.

Resep kedua yang lebih berat jika anda ingin menjalani adalah ‘Jangan pernah berkata bohong !’ Kepada kawan, kepada blog dan tentunya kepada pasangan hidup serta diri sendiri.

Silahkan jalankan  kedua resep itu setiap hari, sampai anda dan pasangan anda bisa ‘Menua Bersama’ dengan bahagia…..Amin..

Peace

(Special thank’s to Bpk. Mario Teguh ‘The Motivator’ yang  selalu menemaniku dalam kemacetan lalu lintas, ketika masih siaran di radio waktu itu)

Tags:

« Newer Posts - Older Posts »

Categories