Comment 1
Teruskan perselingkuhanmu, jangan berhenti kawan…, cobalah semua jenis wanita..Tuhan telah memberikan daya tarik, rezeki dan kemudahan pada dirimu, manfaatkan itu semua…. Lampiaskan semua balas dendammu atas kelahiranmu yang tidak direncanakan itu…. Teruskan pemberontakanmu …. yang sia-sia
Comment 2
Selingkuh itu nikmat, karena merupakan hubungan tanpa pertanggung jawaban yang dikerjakan dgn cara sembunyi-sembunyi, sehingga menimbulkan gairah adrenalin yang menggelora. Jika ada pemberian uang atau materi itu hanyalah sekedar biaya pelayanan atas kenikmatan yang diterima. Tidak ada cinta sejati, yang ada hanya hawa nafsu belaka dan kekompakan persepsi birahi yang sama.
Jika melihat dua comment saya ke blogger lain diatas (mohon maaf kawan, jika tidak berkenan..) tentunya anda sudah dapat menduga, diposisi mana saya bersikap terhadap perselingkuhan. Zaman sekarang, kesempatan akan berselingkuh sungguh sangat terbuka lebar, dikantor, diluar kantor, sampai di KRL pun terbuka kesempatan untuk selingkuh.
Yang cukup menarik bagi saya adalah forum diskusi di Blogdetik saat ini banyak membahas tentang selingkuh. Comment2 yang mampir di blog penulisnya pun sungguh lumayan banyak. Beberapa bahkan mengakui keterlibatannya dalam perselingkuhan.
Berarti tidak hanya artis saja yang sering saya lihat di media massa (di acara gossip dlsb) yang melakukan selingkuh sampai pada fenomena kawin cerai, masyarakat umum pun sudah banyak yang mengikutinya. “Godbless you all” untuk semua media massa yang telah mendidik masyarakat begitu intens. Sampai anak-anak artis korban perceraian pun masih bisa dieksploitasi guna mendatangkan duit bagi para kuli tinta.
Umumnya tahap awal selingkuh itu dimulai latar belakang individu para ‘slingker’ (peselingkuh ?) itu sendiri. Tentunya dimulai dari pemahaman agama, lalu keluarga, teman dekat, juga suasana tempat dimana dia beraktivitas setiap hari. Jika latar belakang mendukung, maka selingkuh menurut pandangannya adalah hal normal-normal saja ‘just for having fun’. Hal lain yang mendukung adalah anugrah dari Tuhan kepadanya (yg diselewengkan) yaitu berupa daya tarik, rezeki dan kemudahan untuk bersosialisasi.
Suasana yang permisif ini juga pernah berlaku pada saya, dimana saya pernah berkantor di satu tempat yang setiap hari banyak rekan yang suka melakukan ‘cipika-cipiki’, selingkuh dengan sekretaris direksi atau antar pegawai, juga direksi dengan karyawan. Selingkuh bisa di lakukan di hotel (bobo-bobo siang), di mobil bahkan dikantor ketika sedang lembur sampai malam. Saking kompaknya, jika ada yang mau ‘ML’ disediakan satu laci khusus untuk kondom segala merk ‘for free’.
Tentunya tidak semua karyawan melakukan melakukan hal tersebut. Namun para ‘slingkers’ sungguh sangat mendominasi suasana dikantor, baik dari penampilan maupun pembicaraan tentang mereka. Beberapa karyawan bahkan termotivasi untuk memulai suatu perselingkuhan. Berita tentang perselingkuhan tersebut bisa didapat dari karyawan lain, satpam dan supir kantor yang selalu ‘nguping’ pembicaraan ketika mereka sedang bicara lewat HP. Kadangkala tanpa disadari mereka juga suka melakukan ‘testimony’ atas petualangan selingkuh yang dilakukannya secara detail, luar biasa memang.
Menurut sebuah tulisan yang pernah saya baca, selingkuh itu ada dua, yaitu selingkuh emosional dan selingkuh yang sampai pada tingkat affair. Untuk selingkuh emosional ini masih dalam wilayah abu-abu. Kadangkala kecocokan bidang dan profesi membuat kita nyaman untuk berdiskusi dengan lawan bicara. Namun hal tersebut akan menjadi lain ketika sudah berhadapan dengan lawan jenis (yang menarik tentunya…), auranya menjadi berbeda.. Dimulai dari sering bicara berdua saja, makan siang bareng, no HP nya sudah di set ke ‘speed dial’ plus HP di password. Mulai muncul ketergantungan secara emosional, ditambah pula jika mereka punya kasus dikecewakan pasangannya dirumah, maka semakin mulus saja interaksi tejadi. Selanjutnya terjerumuslah sampai urusan ‘aurat’.
Seorang Ustadz mengatakan bahwa ‘selingkuh’ adalah terminologi sederhana untuk tidak mengatakan zina. Meminjam istilah Al-Quran, terdapat kata-kata “Janganlah mendekati zina”, bukannya sekedar dilarang melakukan, bahkan mendekati saja tidak boleh, karena kemungkinan besar akan terjerumus. Logis memang, dan sudah diperingatkan sejak berabad-abad lamanya.
Ada resep sederhana yang cukup unik untuk menghindari atau mengobati perselingkuhan, yaitu mulai saat ini anda harus membuang guling dari tempat tidur anda (jika ada guling), kalau perlu bakar guling tersebut disaksikan berdua istri/suami anda. Mulai hari ini anda berdua tidur harus berpelukan sampai pagi, jangan lepaskan pelukan itu. Jika kepanasan, turunkan suhu AC atau tambah kipas angin.
Tetap tidur sambil berpelukan, walaupun anda berdua barusan habis bertengkar, walaupun anda berpikir pasangan anda orang yang menyebalkan, wajahnya tidak secantik/ganteng pujaan anda yang lain, bau badan yang kurang sedap, tidur yang mendengkur, struktur badan yang mulai gemuk dan tidak sexy lagi. Jangan berpikir untuk melepaskan pelukan itu. Buatlah semesra dan senyaman mungkin. Tutup mata, baca doa dan tidurlah.
Kenapa harus berpelukan ? Apakah anda ingat dengan masa-masa pacaran anda yang indah itu ? Setiap waktu selalu memikirkan ‘yayang’ yang kita cintai sepenuh hati. Setiap kali selalu menelepon untuk mengingatkan hal-hal yang sepele seperti ; apakah sudah makan siang, obatnya sudah diminum belum dlsb. Kalau bisa setiap malam adalah malam minggu. Ketika sudah bertemu, saling berpegangan tangan… dst.. dst…… Kebahagiaan hanya milik berdua yang lain cuma ngontrak. Terjadilah sentuhan-sentuhan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja yang membuat anda semakin mesra.
Sentuhan-sentuhan itulah yang hilang ketika anda sudah berumah tangga, kehidupan menjadi kosong tanpa makna, yang ada hanya kewajiban dan rutinitas. Manusia bukanlah robot, tanpa disadari dia akan mencari jalan keluar lain, perlu petualangan yang membangkitkan motivasi dan semangat. Salah satunya adalah perselingkuhan.
Resep kedua yang lebih berat jika anda ingin menjalani adalah ‘Jangan pernah berkata bohong !’ Kepada kawan, kepada blog dan tentunya kepada pasangan hidup serta diri sendiri.
Silahkan jalankan kedua resep itu setiap hari, sampai anda dan pasangan anda bisa ‘Menua Bersama’ dengan bahagia…..Amin..
Peace
(Special thank’s to Bpk. Mario Teguh ‘The Motivator’ yang selalu menemaniku dalam kemacetan lalu lintas, ketika masih siaran di radio waktu itu)
Tags: selingkuh
